pemicu-rambut-lepekSalah satu masalah rambut yang sering dialami oleh sebagian orang adalah rambut lepek. Rambut lepek adalah rambut yang terlihat tipis dan berminyak bahkan memicu bau yang tidak sedap. Efek buruk dari rambut lepek jelas dapat menurunkan rasa percaya diri di samping membuat wajah terkesan kusam & memicu masalah kecantikan wajah seperti jerawat (ketika berponi atau sering menguraikan rambut). Jika dibiarkan, rambut lepek berpotensi menurunkan semangat untuk melakukan aktivitasĀ  harian. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rambut lepek? Mengetahui pemicunya diharapkan dapat lebih mudah mengatasinya sekaligus mencegahnya. Simak beberapa pemicu rambut lepek di bawah ini.

Malas keramas. Dengan alasan sudah terlambat pergi kerja atau ke sekolah, dingin, atau takut baju kantor atau sekolah basah, sebagian orang malas keramas. Padahal, malas keramas jadi salah satu penyebab rambut lepek. Oleh karenanya, sesegera mungkin ubah gaya hidup buruk ini jika tidak ingin rambut menjadi lepek. Kalau memang takut terlambat kerja atau ke sekolah, bisa keramas di sore hari. Alasan dingin sehingga malas keramas bisa disiasati dengan mandi plus keramas dengan air hangat. Takut baju kantor atau sekolah basah, solusinya adalah mengeringkan rambut sebelum berpakaian dengan kipas angin, handuk yang menyerap, atau dengan menggunakan sisir yang dilengkapi microfiber guna menghindari rambut bercabang akibat hair dryer.

Penggunaan kondisioner yang salah. Pemakaian kondisioner setelah keramas memang jadi salah satu perawatan rambut yang bisa dilakukan. Kondisioner diharapkan dapat membuat rambut menjadi lembut sehingga mudah diatur. Sayangnya, penggunaan kondisioner yang salah justru dapat memicu masalah rambut yakni rambut menjadi lepek. Sebagian orang pada umumnya menggunakan kondisioner hingga ke kulit kepala. Kulit kepala yang sejatinya memproduksi minyak alami untuk melembabkan rambut ditambah kandungan minyak pada kondisioner makin membuat kulit kepala berminyak. Kulit kepala yang berminyak bakal memicu ketombe hingga membuat rambut menjadi lepek. Makanya, saat menggunakan kondisioner disarankan tidak sampai menyentuh kulit kepala.

Ikat rambut ketika basah. Karena alasan terburu-buru, sering kali wanita legas mengikat rambutnya meski dalam kondisi basah. Sepatutnya kebiasaan buruk ini harus segera dihentikan. Tidak hanya membuat rambut menjadi patah, mudah rontok, kehilangan kilau alaminya, dan memicu bau, tetapi juga tindakan ini dapat merangsang pertumbuhan ketombe karena kolaborasi antara kelembaban rambut serta keringat. Ketombe pada kulit kepala pada akhirnya membuat rambut menjadi lepek. Oleh sebab itu, tunggu sampai rambut kering baru bisa mengikat rambut. Ada banyak cara yang bisa dipertimbangkan untuk mengeringkan rambut, seperti yang dijelaskan pada paragraf kedua.

Konsumsi makanan yang salah. Sebetulnya, makanan yang dikonsumsi juga punya andil dalam memicu rambut lepek. Makanan yang panas & panas yang dikonsumsi dapat memicu timbulnya keringat pada kulit kelapa yang jika bercampur dengan debu & polusi akan memicu ketombe, menjadi salah satu penyebab rambut lepek. Makanan yang digoreng atau dengan lemak tinggi dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit kepala yang pada akhirnya membuat rambut menjadi berminyak. Bertolak dari kondisi ini, penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi dengan baik agar masalah kecantikan termasuk rambut lepek dapat diminimalisir bahkan dihindari.

Selain daripada itu, sebaiknya hindari kulit kepala langsung dari sengatan sinar matahari. Selain rasa cemas, efek obat-obatan, demam, penyakit jantung, aktivitas berlebih, kadar gula rendah, dan obesitas, sengatan sinar matahari juga bisa membuat kelenjar keringat pada kulit kepala bekerja sangat aktif. Apabila keringat bercampur dengan kotoran, debu, dan polusi jelas dapat terbentuk ketombe yang pada akhirnya membuat rambut menjadi lepek.